Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Oktafiandri, Lingga
Advisor:
Nurhayati
Silvia
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Progressive Muscle Relaxation, PMR, Glukosa Darah, Diabetes Melitus tipe II, DM tipe II.
DOI:
-
Abstract :
Tingginya angka populasi di Indonesia ternyata juga diikuti dengan tingginya angka kejadian penyakit diabetes mellitus. Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2018 Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan One Grup PretestPosttest design. Populasi pada penelitian ini adalah Pasien DM tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi. Dengan sampel sebanyak 15 orang responden yang mengikuti Progressive Muscle Relaxation (PMR). Pengambilan sampel menggunakan teknik Porpossive Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dengan analisa univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata-rata Kadar Glukosa Darah Pasien DM tipe II sebelum dilakukan PMR yaitu 238 mg/dL, nilai tertinggi 280 mg/dl dan nilai terrendah 198 mg/dl. Sedangkan sesudah dilakukan PMR rata-rata kadar Glukosa yaitu 186 mg/dL dengan nilai tertinggi 220 mg/dl dan Terendah 152 mg/dL dengan p_value 0,000. Sehingga menunjukan ada perbedaan kadar Glukosa darah yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan PMR pada penderita DM Tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh PMR Terhadap Kadar Glukosa darah Pada Pasien DM Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2018. Saran kepada petugas kesehatan perlu menginformasikan kepada masyarakat terutama pasien DM tipe II untuk lebih meningkatkan latihan fisik. Bagi Puskesmas untuk menyediakan sarana prasarana untuk dilakukan PMR pada penderita DM.