Faktor yang berhubungan dengan gejala Musculoskeletal Disorders pada pengrajin songket tradisional di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Akbar, Rizki
Advisor:
Wahyuni, Aria
Fatma, Fitria
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Gejala Musculoskeletal Disorders,
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap pengrajin songket di Kecamatan Silungkang ditemukan pengrajin songket yang mengalami resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) yaitu sakit pada bagian punggung 10%, leher 20%, lengan dan pergelangan tangan 50%. Pengrajin songket telah bekerja selama 5-10 tahun bahkan ada yang lebih dari 10 tahun dengan rata-rata lama waktu bekerja 12-15 jam/hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala Musculoskeletal Disorders pada pengrajin songket tradisional di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 334 orang dan sampelnya 77 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Accidental Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September 2016. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara postur kerja (p = 0,002) nilai OR 5,328, durasi kerja (p = 0,0005) nilai OR 8,400 dengan gejala Musculoskeletal Disorders dan tidak adanya hubungan yang bermakna antara beban kerja (p = 0,088) nilai OR 2,471 dengan gejala Musculoskeletal Disorders pada pengrajin songket tradisional di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat bermakna antara durasi kerja dengan gejala Musculoskeletal Disorders. Disarankan perlu adanya penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja terutama tentang resiko gejala Musculoskeletal Disorders kepada seluruh pengrajin songket tradisional agar dapat menghindari terjadinya gejala Musculoskeletal Disorders tersebut.