Hubungan Waktu Kerja danErgonomi Kerja terhadap Keluhan Low Back Pain (LBP) pada Sopir Angkot di Kota Bukittinggi Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Hasanati, Waliyul
Advisor:
Lazdia, Wenny
Rudjito
Rudjito
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Waktu Kerja, Ergonomi Kerja, Low Back Pain
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2003 WHO memperkirakan prevalensi gangguan otot rangka mencapai hampir 60 % dari semua penyakit akibat kerja dengan lokasi tersering pada bagian punggung bawah. Dari hasil penelitian secara nasional yang dilakukan di 14 kota di Indonesia oleh PERDOSI tahun 2002, ditemukan 18,13% penderita low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu kerja dan ergonomic kerja terhadap keluhan low back pain pada sopir angkot di Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada sopir angkot di Kota Bukittinggi bulan Agustus - September 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 169 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik chi square dengan program komputerisasi. Dari hasil analisis penelitian terhadap169 sopir angkot terdapat 60 (35,5%) respoden dengan waktu kerja yang tidak sesuai, 87 (51,5%) responden dengan kerja yang tidak ergonomi, dan 112 (66,3%) responden mengalami keluhan low back pain. Uji statistik yang dilakukan pada waktu kerja terhadap keluhan low back pain didapatkan p value = 0,267 (pv >0,05) dengan OR=0,651, sedangkan untuk ergonomic kerja terhadap keluhan low back pain didapatkan p value = 0,000 (pv < 0,05) dengan OR=7,601. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa waktu kerja tidak berhubungan dengan keluhan low back pain, sedangkan ergonomi kerja mempunyai hubungan yang bermakna terhadap keluhan low back pain pada sopir angkot. Untuk itu diharapkan pada sopir angkot agar menerapkan posisi duduk yang ergonomi saat mengemudi.