Analisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Terhadap Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Puskesmas Talunan Kabupaten Solok Selatan Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Suryani, Era
Advisor:
Febriyeni
Juwita, Lisavina
Juwita, Lisavina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
PONED, Pelaksanaan, Kualitatif, Puskesmas.
DOI:
-
Abstract :
Salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Dimana di tempat penelitian dalam 3 tahun terahir terdapat 2 kasus AKI dan 4 kasus AKB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) terhadap Pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Puskesmas Talunan Kabupaten Solok Selatan tahun 2018. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, dan observasi, Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Agustus September tahun 2018. Informan dalam Penelitian ini berjumlah 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari komponen input yaitu SDM/tenaga (kurangnya petugas terlatih), segi sarana prasarana(adanya peralatan yang rusak dan obat-obatan yang sudah kadaluarsa), segi metode(belum jelas), segi dana (sumber dana dari BOK). Komponen proses yaitu perencanaan(tersusun dengan baik), pelaksanaan(belum terlaksana), pengorganisasian(belum memiliki struktur pengorganisasian yang jelas), dan pengawasan(dalam 1 tahun terahir belum ada kunjungan/ pemantauan dari DDK). Komponen output yaitu pelaksanaan program PONED di Puskesmas Talunan Kab. Solok Selatan belum berjalan dengan baik, kendalanya adalah dalam segi SDM/tenaga, sarana prasarana, metoda serta kurangnya sosialisasi program PONED kepada masyarakat. Kesimpulan dari hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan program PONED di Puskesmas Talunan belum berjalan dengan baik mulai dari segi tenaga, sarana prasarana, metode serta kurangnya promosi/sosialisasi kepada masyarakat. untuk itu Peneliti menyarankan adanya peningkatan tenaga terlatih PONED, melengkapi peralatan dan obat-obatan yang kurang, adanya kejelasan dari metode yang digunakan, serta adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang program PONED.