Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2018

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Putri, Fiola Ramona
Advisor:
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Berat Badan Lahir, Pemberian ASI, Imunisasi, Hunian, ISPA.
DOI:
-
Abstract :
ISPA selalu menduduki peringkat pertama dari 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi ISPA ditemukan sebesar 25%. Karakteristik penduduk dengan ISPA yang tertinggi terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun yaitu sebesar 25,8%. Pada Tahun 2014 kasus ISPA pada balita tercatat sebesar 675.490 kasus (29,47%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2018. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 6 - 16 agustus 2018 dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 209 orang, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 35 orang balita. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner dengan pengolahan data dilakukan dengan teknik komputerisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2018.
Hasil ini menunjukkan, mayoritas mengalami ISPA yaitu 23 responden (65,7%), ada berat badan lahir normal (82,9%), pemeberian ASI (54,3%), kelengkapan imunisasi (54,3), dan padatan hunian (65,7%) . Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,141), ada hubungan antara pemberian ASI dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,030 dan OR 6,857) ada hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,000 dan OR 39,600), ada hubungan antara padatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,001dan OR 30,800). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir terhadap kejadian ISPA, serta terdapat hubungan antara pemberian ASI, kelengkapan imunisasi, dan padatan hunian terhadap kejadian ISPA. Saran untuk orangtua yang memiliki bayi dan balita untuk lebih memperhatikan jadwal dan kelengkapan imunisasi terutama imunisai BCG, DPT dan campak.
Download From Google Drive