Gambaran Faktor Faktor Penyebab Terjadinya Abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Sari, Mimin Angela
Advisor:
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gambaran Faktor – Faktor, Abortus.
DOI:
-
Abstract :
Abortus didefenisikan sebagai berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibatakibat tertentu) pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor faktor penyebab terjadinya abortus ditinjau dari segi umur ibu, paritas, jarak kehamilan dan usia kehamilan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2017. Metode penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah kejadian abortus yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada Januari Desember 2017 sebanyak 119 kasus dan sampel penelitian ini adalah pasien yang dirawat dengan diagnosa abortus selama Januari Desember 2017 sebanyak 119 kasus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sistem manual yaitu tabel dan kalkulator Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 119 ibu hamil yang mengalami abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2017 diperoleh data dengan umur ibu hamil yang beresiko 61 ( 51,2%), ibu hamil dengan paritas tidak beresiko ( Multipara) 84 ( 70,6 % ), ibu hamil dengan jarak kehamilan yang tidak beresiko 107 (90 %), ibu hamil dengan usia kehamilan beresiko Trimester I sebanyak 81 (68,1%) dan Trimester II sebanyak 38 (31,9 %), dari kedua pembagian usia kehamilan tersebut didapatkan bahwa usia kehamilan Trimester I dan II adalah usia kehamilan yang beresiko dengan kejadian abortus. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu ibu hamil yang banyak mengalami kejadian abortus merupakan umur ibu yang beresiko dan usia kehamilan yang beresiko. Untuk itu diharapkan bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan , memberikan penyuluhan sehubungan dengan kejadian abortus, sehingga dalam kehamilan ibu lebih berhati hati dan memeriksakan diri secara rutin agar resiko kehamilan dapat dideteksi sedini mungkin.