Efektivitas Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang PMS dan HIV di SMAN 11 Bungus Kecamatan Teluk Kabung Kota Padang Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Wati, Intan Kemala
Advisor:
Fizran
Wahyuni
Wahyuni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Metode Diskusi, Pengetahuan dan Sikap Remaja, PMS dan HIV.
DOI:
-
Abstract :
Kemenkes RI melaporkan Sumbar berada pada posisi ketiga dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi tahun 2017 dengan jumlah HIV terbanyak 52 kasus di Kota Padang. Kasus HIV yang tertinggi di Kota Padang terdapat di Puskesmas Bungus dengan 29 kasus.Yang mana penyakit ini memiliki pengaruh besar pada kesehatan seksual dan resproduksi diseluruh dunia yang dapat mengakibatkan kematian. HIV/AIDS merupakan suatu virus yang menyerang imun dalam menyerbu dan menghancurkan jenis sel darah putih, karena sistem kekebalan tubuhnya menjadi lemah.HIV/AIDS menular melalui bergonta ganti pasangan, alat suntik yang bergantian, orang yang melakukan tranfusi darah dengan orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang PMS dan HIV di SMAN 11 Bungus Kecamatan Teluk Kabung Kota Padang tahun 2018. Jenis penelitian ini praeksperimental dengan pendekatan one group pre post test design. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan juni tahun 2018 di SMAN 11 Bungus Kecamatan Teluk Kabung. Populasi pelajar kelas X dan XI berjumlah 530 orang,dengan jumlah sampel 20 orang, yang dilakukan pada saat responden istirahat. Teknik pengambilan sampel dengan quota sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner jika hasilnya normal maka uji hipotesanya menggunakan statiska parametric (paired test), jika hipotesanya diterima maka p<0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum intervensi 9,45, dan pengetahuan responden meningkat sesudah dilakukan intervensi 12,55,responden yang memiliki sikap tentang PMS dan HIV sebelum intervensi 31,15 dan responden meningkat setelah intervensi 33,65. Dari hasil uji statistic terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap (p-value<0,000). Kesimpulan penelitian ini responden memiliki peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang PMS dan HIV. Disarankan kepada pihak sekolah agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada pelajar tentang kesehatan reproduksi pada remaja terutama tentang penyakit PMS dan HIV .