Profil Status Kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL) dengan Persalinan Sectio Caesarea(SC) di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sianipar, Yesica Geovany
Advisor:
Medhyna, Vedjia
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Status kesehatan bayi baru lahir, persalinan sectio caesarea.
DOI:
-
Abstract :
Beberapa penyebab permasalahan kesehatan bayi dapat bermula dari masa kehamilan 28 minggu sampai hari ke-7 setelah persalinan. Permasalahan kesehatan bayi juga terjadi pada bayi baru lahir dengan persalinan sectio caesarea sepertiterjadinya asfiksia, aspirasi pneumonia, respiratory syndrom distress, transient tachypnea of newborn dan aspirasi mekonium . Hasil survei data awal yang dilakukan di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tercatat permasalahan kesehatan bayi baru lahir seperti pneumonia sebanyak 19 orang, respiratory syndrom distress sebanyak 55 orang, transient tachypnea of newborn sebanyak 16 orang, aspirasi mekonium sebanyak 5 orang, aspiksia berat sebanyak 25 orang, aspiksia sedang sebanyak 12 orang, dan bayi lahir mati sebanyak 63 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil status kesehatan bayi baru lahir dengan persalinan sectio caesarea. Jenis penelitian ini adalahdeskriptifdengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Jumlah sampel adalah 60 ibu dan bayi bayi baru lahir dengan persalinan sectio caesarea dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu 23,3% bayi mengalami asfiksia, 10,0% bayi mengalami kondisi pernapasan yang tidak normal, 1,6% bayi mengalami aspirasi mekonium, 100% ibu post SC yang berencana untuk menyusui, 40,0% bayi yang menyusui on demand, 10,0% bayi yang tidak mendapatkan asupan nutrisi ASI, 10,0% ibu post SC mengalami ketidaknyamanan saat menyusui, 16% bayi yang mengalami kesulitan saat menyusui, 31,6% bayi yang tidak dilakukan rawat gabung. Dapat disimpulkan bahwa masih terjadi permasalahan kesehatan pada bayi baru lahir dengan sectio caesarea. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengurangi angka kejadian persalinan sectio caesarea dengan mampu mendeteksi dini pada saat pelayanan antenatal care.