Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tutung Kabupaten Kerinci Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Wulandari
Advisor:
Zuraida
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
KEK (Kekurangan Energi Kronis).
DOI:
-
Abstract :
KEK pada ibu hamil beresiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci tahun 2017 terdapat 3 puskesmas yang memiliki jumlah ibu hamil dengan KEK tertinggi diantaranya yaitu puskesmas sungai tutung dengan jumlah ibu hamil dengan KEK sebanyak 24,24%. Tujuan penelitian ini untuk melihat Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Tutung Kabupaten Kerinci Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Tutung Kabupaten Kerinci pada bulan Mei 2018. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Sungai Tutung Kabupaten Kerinci yaitu sebanyak 73 orang. sampel di ambil dengan menggunakan teknik Total sampling. data di analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Dari hasil penelitian, didapatkan responden yang KEK sebanyak 14 orang (19,2%). Responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 36 orang (49,3%). Responden dengan sikap negatif sebanyak 29 orang (39,7%). Responden dengan status ekonomi rendah sebanyak 47 orang (64,4%). Responden dengan asupan gizi tidak cukup sebanyak 28 orang (38,4%). Uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan p value= 0,001 OR=20,348, sikap p value=0,017 OR=5,263, Status ekonomi p value=0,030 OR=9,559, Asupan Gizi p value= 0,000 OR=16,125 dengan kekurangan energi kronis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat Hubungan yang bermakna antara Pengetahuan, Sikap, status ekonomi dan asupan gizi dengan kekurangan energi kronis. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan serta keluarga dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi hal-hal yang dapat mempengaruhi kejadian KEK pada ibu.