Survey Akseptor Kb Hormonal Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Anggraini, Reni
Advisor:
Sari, VItria Komala
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Pendidikan, Pendapatan, Pekerjaan, Umur, Paritas, Kontrasepsi, Lama penggunaan, Siklus haid, Frekuensi sex, Efek samping.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan Data (WHO) 2013 Indonesia merupakan Negara ke-5 didunia dengan jumlah penduduk terbanyak, yaitu 249 juta yang menjalankan Keluarga Berencana (KB) 66-75 juta. Kontrasepsi di Indonesia terdiri dari pil (26,60%), IUD (7,75%), Suntik (48.56%) dan vasektomi (0,25%), MOW (1,52%) dan kondom (6,09%). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh Survey akseptor KB hormonal di wilayah kerja puskesmas guguk panjang kota bukittinggi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Dengan sampel sebanyak 130 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan total sampling pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner dengan analisis univariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui responden yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi 103 orang (79,2%), pendidikan tinggi 124 orang (95,4%), pendapatan baik 111 orang (85,4%), tidak bekerja 82 orang (63,1%), umur 30-39 sebanyak 103 orang (78,2%), paritas multipara 115 orang (88,5%), yang menggunakan kontrasepsi suntik 70 orang (53,8%), lama penggunaan > 24 bulan 91 orang (70%), siklus haid tidak teratur 109 orang (87,8%), frekuensi sex dalam 1 minggu 103 orang (79,2%), yang mengalami efek samping kenaikan berat badan (85,4%), menstruasi tidak teratur (68,5), bercak/spotting (19,2%). Bagi responden disarankan untuk melakukan olahraga / senam minimal satu kali seminggu dan mengajarkan pengaturan pola makan agar tidak terjadi peningkatan berat badan selama pemakaian kontrasepsi hormonal.
Download From Google Drive