Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Ningsih, Fitria
Advisor:
Fatma, Fitria
Santy, Rini
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kejadian Diare, balita
DOI:
-
Abstract :
Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara. Penderita diare paling banyak di wilayah kerja Puskesmas Mungo terdapat di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padadang Panjang, yaitu sebanyak 81 orang pada tahun 2016. Survey awal terhadap 10 orang ibu balita, 4 orang tidak memperhatikan proses pemberian ASI, 7 orang tidak memiliki jamban, dan 8 orang masih menggunakan sumber air dari air sungai untuk keperluan seharihari. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2016 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan di Kenagarian Sikabukabu Tanjung Haro Padang Panjang. Dengan sampel 81 ibu yang memiliki balita, data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 76,5 % responden tidak diare, 50,6 % melakukan pemberian ASI yang baik, 69,1 % memiliki pembuangan tinja memenuhi syarat, dan 53,1 % sumber sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat. Hasil bivariat adalah hubungan pemberian ASI (p value = 0,031 dan OR = 3,877), pembuangan tinja (p value = 0,008 dan OR = 4,714), dan sumber sarana air bersih (p value = 0,020 dan OR = 4,554) dengan kejadian diare pada balita. Dari ketiga hasil bivariat yang sangat erat hubungannya dengan kejadian diare adalah pembuangan tinja (p value =0,008) dan peluang untuk terjadinya diare yang paling beresiko adalah pembuangan tinja (OR = 4,714) berpeluang 5 kali lebih besar untuk terjadi diare. Diharapkan pada ibu yang mempunyai balita agar memperhatikan kesehatan pada anak dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Download From Google Drive