Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Kota Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Rosa, Deswita
Advisor:
Febriyeni
Firzan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, media informasi, peran tenaga kesehatan, SHK.
DOI:
-
Abstract :
Pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Kota Bukittinggi masih sangat rendah, dimana jumlah bayi yang di SHK hanya 70 bayi dari 2427 kelahiran, sedangkan target pencapaian SHK yang ingin dicapai pemerintah adalah pelaksanaan SHK pada seluruh bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di seluruh wilayah kerja Puskesmas Kota Bukittinggi pada bulan Juni - Juli 2018. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0 1 bulan di Kota Bukittinggi, yang berjumlah 201 orang. Sampel sebanyak 67 orang, yang diambil secara proporsional sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil analisis univariat diketahui 52,2 % responden memiliki pengetahuan rendah, 68,7 % tidak ada memiliki media informasi SHK, 70,1% menyatakan peran tenaga kesehatan kurang baik, dan 88,1% tidak melaksanakan SHK. Hasil bivariat ada hubungan pengetahuan ibu (p = 0,002) dan peran tenaga kesehatan (p = 0,0005) dengan pelaksanaan SHK, serta tidak ada hubungan media informasi dengan pelaksanaan SHK (p = 0,247 dan OR = 2,471). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan SHK adalah pengetahuan ibu dan peran tenaga kesehatan. Diharapkan pada tenaga kesehatan pemegang program agar menggalakkan kegiatan promosi tentang pelaksanaan SHK pada bayi dengan memperkenalkan sejak ibu melakukan pemeriksaan kehamilan, serta mengadakan pelatihan SHK pada seluruh bidan yang menerima persalinan, sehingga seluruh bidan dapat melakukan SHK.
Download From Google Drive