Hubungan BBLR dan Asi Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Sari, Suci Ana
Advisor:
Febrina, Wiwit
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR, ASI Eksklusif, Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia, keadaan stunting pada balita berada pada angka 35,6 persen, yang artinya sudah melebihi batas toleransi WHO. Telah tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita mengalami stunting. DinasKesehatan Kota Pariaman padatahun 2017 diketahui bahwa sebanyak 3,6% mengalami perkembangan tubuh pada kategori sangat pendek, 10,16%pada kategori pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan BBLR Dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting padabalita di Wilayah Kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif,jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan agustus. Di Wilayah Kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman.Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 89 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan pengolahan data secara komputerisasi, menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 53,9% mengalami riwayat BBLR, 39,3% tidak ekslusif, 64,0% yang mengalami stunting. Terdapat hubungan yang bermakna antara BBLR dengan kejadian stunting, value 0,000. Terdadapat hubungan yang bermakna antara ASI Eksklusif dengan kejadian stunting, value 0,000. Perlu intensifikasi upaya pencegahan stunting di tempat pelayanan kesehatan setempat, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya BBLR dan ASI Eksklusif kejadian stunting. Diharapkan penelitian ini sebagai masukan dan informasi bagi institusi dan tenaga kesehatan di puskesmas supaya dapat merencanakan program yang lebih efektif tentang Hubungan BBLR Dan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting.
Download From Google Drive