Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Murid SDN 007 Bonai Darussalam Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu tahun 2016

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Pratiwi, Dhani
Advisor:
Nurdin
Putri, Lidya Mardison
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Murid
DOI:
-
Abstract :
Kebiasaan PHBS ditanamkan sejak dini agar terbawa hingga usia tua. Murid Sekolah Dasar (SD) cenderung menjadi target yang tepat untuk dibekali dengan hal yang positif seperti PHBS untuk hidup lebih sehat. Survei awal terhadap 10 orang murid SDN 007 Bonai Darussalam, 7 orang murid memiliki PHBS yang buruk dengan memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan dengan sabun, buang sampah sembarangan, makan jajanan yang tidak sehat, memiliki kuku tangan dan kaki yang panjang dan kotor. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan PHBS pada murid SD. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah murid SDN 007 Bonai Darussalam, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu kelas 3, 4, dan 5 yang berjumlah 60 siswa, pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 55,0 % responden memiliki pengetahuan rendah, 61,7 % perang orang tua baik, 60 % peran guru kurang baik, 60 % peran petugas kurang baik dan 51,7 % melakukan praktik PHBS kurang baik. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan PHBS anak sekolah adalah pengetahuan (p = 0,021 dan OR = 4,000), peran orang tua (p = 0,003 dan OR = 6,646), peran guru (p = 0,002 dan OR = 6,818), dan peran petugas (p = 0,010 dan OR = 4,857). Disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan PHBS adalah peran guru dan peran orang tua. Diharapkan guru dan orang tua lebih meningkatkan perannya masing-masing untuk mengajak anak-anaknya untuk berPHBS.
Download From Google Drive