Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Usia 36-48 Bulan di PAUD Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Yahnur, Fitri
Advisor:
Nurhayati
Afriyanti, Detty
Afriyanti, Detty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perkembangan anak, Keterlambatan Bicara pada Anak.
DOI:
-
Abstract :
Kemampuan berbahasa dan berbicara merupakan indikator seluruh perkembangan anak. Jika kemampuan berbicara dan berbahasa terganggu akan berdampak pada kemampuan kognitif, motor, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan lebih mendalam tentang faktor penyebab keterlambatan bicara pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Informan berjumlah 18 orang yang terdiri dari 9 orang tua anak yang mengalami speeh delay, 6 orang guru, dan 3 orang kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juni Juli 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Pengolahan data dengan mereduksi, menyajikan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dari segi input diperoleh permasalahan terkait interaksi ibu (bounding) yang masih kurang dengan anak, pola asuh yang cenderung terlalu membebaskan anak, serta keterpaparan gadget yang masih cukup tinggi pada anak dan lingkungan sekolah yang mengajarkan terlalu banyak bahasa yang berbeda pada anak sehinga membuat anak bingung dalam pemilihan bahasa yang akan digunakannya. Dilihat dari segi proses bahwa perkembangan berbicara pada anak masih kurang, anak belum mampu mengucapkan dua kata secara benar, anak belum mampu menyebutkan 2 nama hewan, anak belum mampu menyebutkan nama lengkap tanpa bantuan. Dilihat dari segi output bahwa penyebab keterlambatan bicara pada anak adalah kurangnya stimulasi dan pengetahuan orangtua tentang penyebab, penatalaksanaan serta dampak keterlambatan bicara pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa anak masih sangat membutuhkan peran orangtua dan guru untuk perkembangan bicara dan bahasa. dan diharapkan orangtua dan pihak sekolah PAUD Kota Bukittinggi dapat lebih meningkatkan peran serta dalam memberikan stimulasi pada anak yang mengalami keterlambatan bicara.