Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di RSUD M. Zein Painan Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Gafna, Monica
Advisor:
Harisnal
Febriyeni
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Usia, Paritas, Anemia, Riwayat Abortus, Jarak Kehamilan.
DOI:
-
Abstract :
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum kehamilan berusia 20 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan. Di RSUD M. Zein Painan Tahun 2016 jumlah ibu bersalin 473 dengan kejadian abortus 123 sedangkan tahun 2017 jumlah ibu bersalin sebanyak 309 dengan 139 ibu yang mengalami abortus. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian abortus diantaranya Usia, Paritas, Anemia, Riayat Abortus, dan Jarak Kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kejadian abortus di RSUD M. Zein Painan Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD M. Zein Painan tahun 2017 dengan Teknik Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 309 orang Penelitian ini dilakukan di RSUD M. Zein Painan pada tanggal 22 Februari-26 Juni. Jenis data penelitian ini adalah data sekunder. Data dianalisa secara komputerisasi Hasil penelitian Univariat didapatkan sejumlah 194 (62,8%) dengan usia tidak beresiko, 216 orang (69,9%) memiliki paritas tidak beresiko, 232 orang (75,1%) mengalami anemia, 195 orang (63,41%) tidak memeiliki riwayat abortus, 183 orang (59,2%) dengan jarak kehamilan tidak beresiko dan 170 orang (55%) dengan kejadian abortus tidak beresiko. Hasil bivariat diketahui terdapat hubungan antara usia p=0,000 OR 4,596, Paritas p=0,000 OR 16,375, Anemia p=0,000 OR 4,746, Riwayat Abortus p=0,000 OR 3,084, dan jarak kehamilan p=0,000 OR 3,250 dengan kejadian abortus. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara usia, paritas, anemia, riwayat abortus dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD M. Zein Painan Tahun 2017. Dari hasil penelitian ditas diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang tepat untuk penanggulangan secara dini dalam menangani kasus yang berhubungan dengan kejadian abortus.