Analisis Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Melahirkan Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Suryani, Melya Novi
Advisor:
Oktavianis
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Umur, Paritas, Anemia, Kelainan Letak Janin, Kehamilan Kembar.
DOI:
-
Abstract :
Ketuban pecah dini merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan dan persalinan yang berperan dalam meningkatkan kesakitan dan kematian maternalperinatal. Insiden ketuban pecah dini berkisaran antara 5-10% dari semua kelahiran di dunia. Kasus ketuban pecah dini di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2017 mengalami peningkatan dari tahun 2016 dari kejadian 78 kejadian menjadi 110 kejadian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor risiko terhadap kejadian ketuban pecah dini. Jenis penelitian kuantitatif, dengan menggunakan studi observasional analitik dengan rancangan Case Control. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni Agustus 2018 yang dilakukan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dan sampel sebanyak 330 orang diambil secara retrospective terdiri dari 110 orang kasus dan 220 prang kontrol. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari data rekam medik rumah sakit. Analisa data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 330 responden sebanyak 71,8% berada pada usia 20-30 tahun dengan nilai p=0,068, 78,2% berada pada paritas <4 dengan nilai p=0,002, 91,8% tidak anemia dengan nilai p=0,018, 87,3% tidak kelainan letak janin dengan nilai p=0,012, 96,4% tidak mengalami hamil gamelli dengan nilai p=0,488. Disimpulkan dari penelitian ini bahwa faktor yang paling berhubungan terhadap ketuban pecah dini adalah paritas, anemia, dan kelainan letak janin Diharapkan bagi tempat penelitian dapat meningkatkan kualitas asuhan kebidana terhadap ibu bersalin dengan ketuban pecah dini untuk menghindari terjadinya komplikasi bagi ibu maupun bayi karena ketuban pecah dini belum diketahui secara pasti faktor risikonya karena ibu yang dianggap memiliki faktor risiko maupun tidak sama-sama memiliki peluang mengalami insiden ketuban pecah dini.
Download From Google Drive