Efektifitas Pemanjangan Waktu Pemotongan Tali Pusat Terhadap Luaran Ibu dan Bayi di BPM Bunda Bukittinggi Tahun2018 Efektifitas Pemanjangan Waktu Pemotongan Tali Pusat Terhadap Luaran Ibu dan Bayi di BPM Bunda Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Emiwariva, Rita
Advisor:
Oktavianis
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Apgar Skor, Hb, Kontraksi, Tali Pusat, Tinggi Fundus.
DOI:
-
Abstract :
Penjepitan dan Pemotongan talipusat merupakan prosedur standar yang selalu dilakukan saat bayi dilahirkan. Menurut laporan dari organisasi kesehatan dunia (WHO), setiap tahunnya, kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, dari jumlah ini hampir satu juta bayi kemudian meninggal.di indonesia kematian bayi sebanyak 57 % BBL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Efektifitas Pemanjangan waktu pemotongan tali pusat terhadap luaran ibu dan bayi di BPM Bunda Bukittinggi. Desain Penelitian adalah Quasy Eksperimen, dimana membandingkan dua kelompok variabel dependen dan independen pada waktu yang sama. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan langkah pengolahan data editing, coding, entry, tabulating dan cleaning. Data secara Bivariat untuk melihat adanya hubungan. Penelitian ini dilaksanakan dengan sampel sebanyak 32 orang pada bulan Mei di BPM Bunda Bukittinggi Tahun 2018. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata Hb Bayi dengan Penundaan sebanyak 16 sampel (22,2 gr/dl) rata-rata Apgar skor Bayi dengan penundaan sebanyak 16 sampel (8,25) rata-rata dengan penundaan kontraksi uterus ibu sebanyak 16 sampel (1,00) dan tinggi fundus dengan penundaan sebanyak 16 sampel (1,88). Terdapatnya hubungan yang signifikan penundaan pemotongan tali pusat terhadap Hb Bayi dengan p-value 0,003, Apgar skor Bayi dengan p-value 0,681dengan, Kontraksi Uterus ibu deng p-value 0,000 dan Tinggi Fundus dengan p-value 0,001. Terdapat efektifitas penundaan waktu pemotongan tali pusat terhadap luaran ibu dan luaran bayi. Diharapkan bidan melakukan penundaan pemotongan tali pusat di tempat praktik sesuai praktik bukti kebidanan.