Hubungan Antara Perilaku Ibu, Pembuangan Tinja, Sumber Air Bersih (SAB) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kenagarian Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sugita, Rani
Advisor:
Rusti, Sukarsi
Silvia
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Perilaku Ibu, Pembuangan Tinja, Pengolahan Sumber Air Bersih (SAB), Diare
DOI:
-
Abstract :
Kenagarian Koto Kaciak merupakan penderita diare paling banyak di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ahad yaitu sebanyak 60 orang dari bulan januari- desember, dimana penderita wanita sebanyak 43 balita dan laki-laki sebanyak 17 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu, pembuangan tinja, sumber air bersih (SAB) dengan kejadian diare pada balita di Kenagarian Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 10-59 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 104 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Adapun yang menjadi variabel independen adalah perilaku ibu, pembuangan tinja, pengelolaan sumber air bersih dan variabel dependen adalah kejadian diare pada balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 104 responden diketahui diare 78 orang (75.0%), perilaku ibu 78 orang (75.0%), pembuangan tinja 74 orang (71.2%), pengelolaan sumber air bersih (SAB) 74 0rang (71.2%). Dari hasil uji statistic terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita nilai p = 0.009 dengan OR = 0.085, terdapat hubungan yang signifikan antara pembuangan tinja dengan kejadian diare pada balita diperoleh nilai p = 0.046 dengan OR = 2.857, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengolahan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p = 0.317 dengan OR = 0.505. Penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa perilaku ibu, pembuangan tinja berhubungan dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara pengolahan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita.