Hubungan Tingkat Risiko Pencemar Udara Dalam Ruangan Dengan Penyakit ISPA Pada Balita Di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Puskesmas Lubuk Begalung Padang Tahun 2016

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Meryati
Advisor:
Femelia, Welly
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pencemaran Udara Dalam Ruangan,Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita
DOI:
-
Abstract :
Penyakit ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan kerena merupakan penyakit akut. Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan lingkungan di dalam rumah. Menurut data puskesmas Lubuk Begalung pada Tahun 2015 terdapat (21.31%) kasus balita yang menderita ISPA. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan antara Pencemar Dalam Ruangan(Ventilasi, Pencahayaan, Kepadatan Hunian, Kebiasaan Merokok, Jenis Bahan Bakar, dan Status Imunisasi). Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada balita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional, di laksanakan di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Puskesmas Lubuk Begalung Padang pada Bulan JuliTahun 2016. Populasi sebanyak 257 orang balita dengan sampel 150. Data di kumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya serta melakukan pengukuran, Kemudian data di oleh menggunakan komputerisasi dan hasil penelitian di sajikan dalam bentuk univariat dan Bivariat. Hasil analisa univariat diketahui 76.7% responden menderita penyakit ISPA, 52% responden pencahayaan tidak memenuhi syarat, 52.7% responden ventilasi tidak memenuhi syarat, 67.3% responden padat penghuni kamar, 57.35 responden ada kebiasaan merokok, 60% responden menggunakan bahan bakar yang tidak baik, serta 58.7% responden tidak Lengkap status iminisasi. Berdasarkan analisa bivariat ada Hubungan antara Pencahayaan (Pvalue=0.028 OR=2.582),Ventilasi(Pvalue=0.022 OR=0.374),Kepadatan hunian kamar (Pvalue=0.037 OR= 2.450),Kebiasaan Merokok (Pvalue=0.004 OR=0.245),Jenis bahan bakar (Pvalue=0.010 OR=0.345) dan Status imunisasi(Pvalue=0.006 OR=0.315) dengan penyakit ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pencahayaan, ventilasi, kepadatan hunian kamar,kebiasaan merokok,jenis bahan bakar,dan status imunisasi dengan penyakit ISPA pada Balita.Adapun saran di harapkan kepada petugas puskesmas agar lebih meningkatkan derajad kesehatan serta meningkatkan upaya promosi kesehatan masyarakat.
Download From Google Drive