Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Hardianta, Okta Putri
Advisor:
Yanti, Cici Apriza
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Partus Lama, Ketuban Pecah Dini, Prematuritas, Asfiksia Neonatorum.
DOI:
-
Abstract :
Asfiksia Neonatorum merupakan suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal bernafas dengan spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya. Angka kejadian asfiksia di RSUD dr. Achmad Mochtar cukup tinggi sebesar 113 (41,9%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskripif analitik dengan pendekatan kohort retro. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi lahir pada Tahun 2017 sebanyak 827 orang, dan teknik pengambilan sampel systemic random sampling sebanyak 270 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder dan lembar ceklis. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat Partus Lama 77 (48,4%), ketuban pecah dini 64 (52,5%), prematur 54 (53,5%). Sedangkan hasil bivariat mengatakan terdapat hubungan yang bermakna antara Partus Lama dengan kejadian asfiksia neonatorum (p-value 0,013) dan (OR 1,956), ketuban pecah dini dengan asfiksia neonatorum (p-value 0,002) dan (OR 2,229) dan prematuritas dengan asfiksia neonatorum (p-value 0,004) dan (OR 2,142). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Partus Lama dengan kejadian asfiksia neonatorum dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih memberikan perhatian dengan cara lebih cepat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan tindakan untuk mencegah terjadinya asfiksia neonatorum.