Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Bendungan Asi Pada Ibu Nifas d Rs Tk. III dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Tanjung, Cici Erita
Advisor:
Hasnita, Evi
Nurhayati
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bendungan ASI, Pengetahuan, IMD, Cara menyusui, Lama Menyusui.
DOI:
-
Abstract :
Bendungan ASI diartikan sebagai pembengkakan pada payudara kerena peningkatan aliran vena dari limfe. terjadi sejak hari pertama sampai hari keenam setelah persalinan, ketika ASI secara normal dihasilkan. Di Rs Tk. III dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2018 terdapat 12 (32,4%) ibu nifas dengan keluhan mengalami bendungan ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan terjadinya bendungan ASI pada ibu nifas.
Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu nifas 1 4 hari yang terdapat di Rs Tk.III dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2018 berjumlah 37 orang, pengambilan sampel dilakukan secara accedental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil analisis univariat diketahui (51,4 %) pengetahuan rendah, (67,6%) tidak melakukan IMD, (56,8 %) cara menyusui yang baik, (59,5 %) lama menyusui yang baik, dan (67,6 %) tidak terjadi bendungan ASI. Hasil bivariat ada hubungan IMD (p = 0,029 dan OR = 5,600), cara menyusui (p = 0,019 dan OR = 7,714), dan lama menyusui (p = 0,036 dan OR = 5,143) dengan terjadinya bendungan ASI, serta tidak ada hubungan pengetahuan dengan terjadinya bendungan ASI (p = 0,728 dan OR = 1,517). Disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya bendungan ASI adalah imd, cara menyusui dan lama menyusui. Diharapkan pada petugas di Puskesmas agar memberikan asuhan tentang manajemen laktasi sejak dalam masa kehamilan, serta mengajarkan cara menyusui yang baik dan benar pada setiap ibu bersalin.
Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu nifas 1 4 hari yang terdapat di Rs Tk.III dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2018 berjumlah 37 orang, pengambilan sampel dilakukan secara accedental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil analisis univariat diketahui (51,4 %) pengetahuan rendah, (67,6%) tidak melakukan IMD, (56,8 %) cara menyusui yang baik, (59,5 %) lama menyusui yang baik, dan (67,6 %) tidak terjadi bendungan ASI. Hasil bivariat ada hubungan IMD (p = 0,029 dan OR = 5,600), cara menyusui (p = 0,019 dan OR = 7,714), dan lama menyusui (p = 0,036 dan OR = 5,143) dengan terjadinya bendungan ASI, serta tidak ada hubungan pengetahuan dengan terjadinya bendungan ASI (p = 0,728 dan OR = 1,517). Disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya bendungan ASI adalah imd, cara menyusui dan lama menyusui. Diharapkan pada petugas di Puskesmas agar memberikan asuhan tentang manajemen laktasi sejak dalam masa kehamilan, serta mengajarkan cara menyusui yang baik dan benar pada setiap ibu bersalin.