Hubungan pekerjaan, penggunaan kontrasepsi hormonal dan vulva hygiene dengan keputihan pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Community Health Center Mandiangin Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Fitri, Nadia Amelia
Advisor:
Lazdia, Wenny
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pekerjaan, kontrasepsi hormonal, vulva hygiene, keputihan.
DOI:
-
Abstract :
Menurut studi World Health Organization (WHO), masalah kesehatan reproduksi perempuan yang buruk telah mencapai 33% dari jumlah total beban penyakit yang diderita para perempuan di dunia salah satunya adalah Flour Albous (keputihan). Menurut National Centre for Biotechnology Information (NCBI), sekitar 75% wanita didunia pasti akan mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan sebanyak 45% wanita mengalami keputihan dua kali atau lebih, sedangkan pada kaum wanita yang berada di Eropa angka keputihan sebesar 25%, dimana 40-50% akan mengalami kekambuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pekerjaan, penggunaan kontrasepsi hormonal dan vulva hygiene dengan keputihan pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Community Health Center Mandiangin Bukittinggi Tahun 2018. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal Februari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur yang mengalami keputihan di Community Health Center Mandiangin Bukittinggi sebanyak 29 orang pada tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 29 responden, sebesar 55,2% tidak bekerja, 69% menggunakan kontrasepsi hormonal, 65,5% melalukan vulva hygiene yang tidak baik, dan 62,1% mengalami keputihan patologis. Tidak ada hubungan pekerjaan dengan kejadian keputihan (p=0,330>0,05). Ada hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal (p=0,043) dan vulva hygiene (p=0,015) dengan kejadian keputihan karena nila p < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian disarankan tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan dengan penyuluhan dan menyebarkan leaflet untuk menambah informasi kesehatan khususnya mengenai keputihan dan cara pencegahannya.