Efektifitas Massase Otot Pectroralis Mayor terhadap Pengeluaran ASI pada Ibu Post Partum di BPS Bunda Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Hayati, Fitri
Advisor:
Nurhayati
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Massase Otot Pectroralis Mayor, Pengeluaran ASI.
DOI:
-
Abstract :
Data WHO juga menyebutkan bahwa 40% bayi berusia dibawah 6 bulan di 194
negara di dunia diberikan ASI eksklusif. Penurunan pencapaian ASI Eksklusif
dipengaruhi oleh faktor pengeluaran ASI, untuk itu dilakukanlah massase otot pectoralis mayor dalam meningkatkan jumlah pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas massase otot pectroralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum di BPS Bunda Kota Bukittinggi tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan desain One
Group Pre-Test-Post-Test yang dilakukan di BPS Bunda Kota Bukittinggi pada bulan November 2017 Februari 2018. Populasi semua ibu post partum berjumlah 116 orang dengan teknik sampel purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik t-test dependen. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengeluaran ASI sebelum diberikan massase otot pectoralis mayor yang dilihat dari frekuensi BAK bayi adalah 5,3 kali dan meningkat sesudah diberikan massase otot pectoralis mayor yaitu 9,7 kali. Ada perbedaan rerata massase otot pectroralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum (p value = 0,000). Berpedoman pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rerata massase otot pectroralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum, maka diharapkan kepada tenaga kesehatan di BPS Bunda Kota Bukittinggi agar massase otot pectroralis mayor dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan yang dilakukan pada waktu melaksanakan kunjungan nifas/kunjungan neonatus oleh bidan dan diajarkan massase otot pectroralis mayor kepada ibu secara rutin pada ibu post partum dalam meningkatkan pengeluaran ASI.
negara di dunia diberikan ASI eksklusif. Penurunan pencapaian ASI Eksklusif
dipengaruhi oleh faktor pengeluaran ASI, untuk itu dilakukanlah massase otot pectoralis mayor dalam meningkatkan jumlah pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas massase otot pectroralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum di BPS Bunda Kota Bukittinggi tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan desain One
Group Pre-Test-Post-Test yang dilakukan di BPS Bunda Kota Bukittinggi pada bulan November 2017 Februari 2018. Populasi semua ibu post partum berjumlah 116 orang dengan teknik sampel purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik t-test dependen. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengeluaran ASI sebelum diberikan massase otot pectoralis mayor yang dilihat dari frekuensi BAK bayi adalah 5,3 kali dan meningkat sesudah diberikan massase otot pectoralis mayor yaitu 9,7 kali. Ada perbedaan rerata massase otot pectroralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum (p value = 0,000). Berpedoman pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rerata massase otot pectroralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum, maka diharapkan kepada tenaga kesehatan di BPS Bunda Kota Bukittinggi agar massase otot pectroralis mayor dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan yang dilakukan pada waktu melaksanakan kunjungan nifas/kunjungan neonatus oleh bidan dan diajarkan massase otot pectroralis mayor kepada ibu secara rutin pada ibu post partum dalam meningkatkan pengeluaran ASI.