Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tumbuh Kembang Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Septiandari, Mindi
Advisor:
Afriyanti, Detty
Putra, Billy Harnaldo
Putra, Billy Harnaldo
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Tumbuh Kembang, Pendidikan, Stimulasi, Pekerjaan.
DOI:
-
Abstract :
Proses tumbuh kembang anak merupakan proses yang berkesinambungan
mulai dari lahir sampai dewasa. Sekitar 16% dari anak di Indonesia mengalami
gangguan perkembangan saraf dan otak mulai ringan sampai berat dan sekitar 3%
anak tidak bisa mencapai perkembangan motoriknya tepat waktu. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan tumbuh kembang
balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi tahun 2018.
Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional yang
dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi pada bulan
Februari 2018. Populasi semua ibu yang mempunyai balita usia 1-3 tahun
sebanyak 1783 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling berjumlah 47 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan format KPSP
kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji
statistik chi-square.
Hasil penelitian didapatkan 48,9% balita dengan tumbuh kembang yang
tidak normal. 42,6% responden memiliki pendidikan rendah, 44,7% stimulasi
yang diberikan pada balita usia 1-3 tahun tidak dilakukan dan 38,3% responden
bekerja. Ada hubungan pendidikan ibu (p = 0,001 dan OR = 11,4), stimulasi (p =
0,000 dan OR = 14,1) dan pekerjaan ibu (p = 0,005 dan OR = 7,8) dengan tumbuh
kembang balita usia 1-3 tahun.
Berpedoman pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan pendidikan ibu, stimulasi dan pekerjaan ibu dengan tumbuh kembang
balita usia 1-3 tahun, maka diharapkan kepada petugas kesehatan di puskesmas agar meningkatkan skrining perkembangan balita dan melakukan kunjungan rumah pada balita yang mengalami masalah tumbuh kembang agar tumbuh kembang balita dapat terpantau dengan baik.
mulai dari lahir sampai dewasa. Sekitar 16% dari anak di Indonesia mengalami
gangguan perkembangan saraf dan otak mulai ringan sampai berat dan sekitar 3%
anak tidak bisa mencapai perkembangan motoriknya tepat waktu. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan tumbuh kembang
balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi tahun 2018.
Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional yang
dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi pada bulan
Februari 2018. Populasi semua ibu yang mempunyai balita usia 1-3 tahun
sebanyak 1783 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling berjumlah 47 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan format KPSP
kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji
statistik chi-square.
Hasil penelitian didapatkan 48,9% balita dengan tumbuh kembang yang
tidak normal. 42,6% responden memiliki pendidikan rendah, 44,7% stimulasi
yang diberikan pada balita usia 1-3 tahun tidak dilakukan dan 38,3% responden
bekerja. Ada hubungan pendidikan ibu (p = 0,001 dan OR = 11,4), stimulasi (p =
0,000 dan OR = 14,1) dan pekerjaan ibu (p = 0,005 dan OR = 7,8) dengan tumbuh
kembang balita usia 1-3 tahun.
Berpedoman pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan pendidikan ibu, stimulasi dan pekerjaan ibu dengan tumbuh kembang
balita usia 1-3 tahun, maka diharapkan kepada petugas kesehatan di puskesmas agar meningkatkan skrining perkembangan balita dan melakukan kunjungan rumah pada balita yang mengalami masalah tumbuh kembang agar tumbuh kembang balita dapat terpantau dengan baik.