Efektifitas Penyuluhan Flour Albus Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Kelas XI di SMA 5 Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Wulandari, Riyanti
Advisor:
Zuraida
Meilinda, Vittria
Meilinda, Vittria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap, Penyuluhan Flour Albus.
DOI:
-
Abstract :
Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkkan 75% wanita didunia pernah menderita keputihan, minimal sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalami keputihan sebanyak 2 kali atau lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Penyuluhan Flour Albus Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Kelas XI di SMA 5 Bukittinggi tahun 2018. Jenis penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswi kelas XI yang berjumlah 240 orang siswi. Teknik pengambilan sampel adalah dengan random sampling. Data diperoleh dengan metode pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistic wilcoxon. Hasil penelitian Pengetahuan sebelum penyuluhan didapatkan 72,9% responden yang memiliki pengetahuan yang rendah dan responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi 27,1%. Pengetahuan setelah penyuluhan responden yang memiliki pengetahuan yang rendah 15.7% dan responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi 84,7 %.Sikap sebelum penyuluhan responden yang memiliki sikap Negatif 54.3% dan responden yang memiliki sikap positif 45,7%.Sikap setelah penyuluhan responden yang memiliki sikap Negatif 50% dan responden yang memiliki sikap Positif 50%. Hasil uji statistic menunjukkan pengetahuan berhubungan dengan penyuluhan flour albus (p = 0,000), sedangkan sikap juga berhubungan dengan penyuluhan flour albus (p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian dapat Disimpulkan ada Efektifitas Penyuluhan Flour Albus Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Kelas XI di Sma 5 Bukittinggi Tahun 2018.Diharapkan bagi remaja putri lebih memperhatikan personal hygiene yang baik untuk mencegah terjadinya flour albus.