HubunganPersalinan Preterm dan Ketuban Pecah Dini dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUP DR. M. DjamilPadang Tahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Ningsih, Sisri
Advisor:
Fizran
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Persalinan Preterm, Ketuban Pecah Dini, dan Asfiksia Neonatorium.
DOI:
-
Abstract :
Asfiksia adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal nafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Prevalensi angka kejadian asfiksia 3-5 %. Berdasarkan data yang di peroleh dari RSUP Dr. M. Djamil Padang, angka kejadian asfiksia pada tahun 2016 adalah sebanyak 50 orang. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan persalinan preterm dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Bayi Baru Lahir yaitu 195 orang dengan sampel 49 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018. Pengumpulan data dari rekam medik dan dianalisis menggunakan Chi-square. Teknil analisa data dengan analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan uji statistiknya didapatkan ada hubungan persalinan preterm dengan kejadian asfiksia neonatorum p value 0,000 (OR 98,67 %), ada hubungan kejadian ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum p value 0,031 (OR 13,88 %). Kesimpulan ada hubungan antara kejadian persalinan preterm dengan kejadian asfiksia neonatorum dan ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan asfiksia neonatorum. Perlunya dilakukan penyuluhan dan pembinaan kepada ibu hamil mengenai kejadian asfiksia neonatorum. Cara menanggulanginya yang nantinya akan membantu dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan dengan terjadinya asfiksia neonatorum.
Download From Google Drive