Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan Dini di Puskesmas Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Arnelismaroza
Advisor:
Naili, Syafrian
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pendidikan, Pengetahuan, Sosial Budaya, Status Ekonomi dan Kehamilan Dini.
DOI:
-
Abstract :
Setiap menit seorang ibu meninggal karena penyebab kehamilan dan persalinan. Di Kabupaten Solok data kehamilan periode 2017 tercatat lebih kurang 4200 orang wanita hamil. Sementara yang tergolong hamil usia muda lebih kurang 457 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor - faktor yang mempengaruhi kehamilan dini di Puskesmas Bukit Sileh Kabupaten Solok tahun 2018. Penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 05 sampai 15 Februari 2018 dengan populasi pada penelitian adalah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Bukit Sileh yaitu sebanyak 317 serta sampel sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling berjumlah 72 orang. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan 95 %. Dari hasil penelitian menunjukan sebagian besar (73,6 %) responden berpendidikan rendah, (70,8 % ) responden memiliki pengetahuan yang rendah, (80,6%) responden sosial budaya mendukung kehamilan dini, (69,4 %) responden memiliki status ekonomi rendah, (59,3 %) responden tidak menikah pada usia dini. Berdasarkan analisis terdapat hubungan antara pendidikan (p value = 0,000 dan OR 32,455), pengetahuan (p value = 0,001 dan OR 7,308), sosial budaya (p value = 0,013 dan OR 5,556) dan status ekonomi (p value = 0,038 dan OR 3,370) dengan kejadian kehamilan dini di Puskesmas Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Tahun 2018. Dapat disimpulkan faktor yang paling mempengaruhi kehamilan usia dini adalah tingkat pendidikan ibu. Diharapkan sebagai tenaga kesehatan aktif dalam memberikan penyuluhan kepada remaja putri tentang pentingnya pengetahuan mengenai pernikahan ditinjau dari usia yang disarankan dan sesuai kesehatan reproduksi, pendidikan, pekerjaan dan kebudayaan yang mempengaruhi hal tersebut. Untuk meningkatkan pendidikan remaja putri bisa dengan melibatkan tokoh masyarakt dengan membentuk kelompok belajar, paket B dan paket C.
Download From Google Drive