Hubungan Paparan Media Sosial, Pola Asuh Orang Tua dan Pengendalian Diri dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Bukittinggi Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Noer, Fonio Ilosi
Advisor:
Nurhayati
Silvia
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Media Sosial, Pola Asuh Orang Tua, Pengendalian Diri, Perilaku Seksual Remaja.
DOI:
-
Abstract :
Hasil Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (2012) mendapatkan 29,5% remaja laki-laki dan 6,2% remaja perempuan pernah meraba atau merangsang pasangannya, 48,1% remaja laki-laki dan 29,3% remaja perempuan pernah berciuman bibir, serta 79,6% remaja laki-laki dan 71,6% remaja perempuan pernah berpegangan tangan dengan pasangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Paparan Media Sosial, Pola Asuh Orang Tua dan Pengendalian Diri dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Bukittinggi Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 109 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah secara komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat, uji statistik yang dipakai adalah Chi Square dengan nilai = 0.005 Hasi analisa univariat menunjukkan 50,5% responden terpapar media sosial, 50,5% responden memiliki pola asuh orang tua yang tidak baik, 45% responden memiliki pengendalian diri yang tidak baik dan 28,4% responden berperilaku seksual beresiko. Terdapat hubungan yang bermakna antara paparan media sosial dengan perilaku seksual remaja (p=0.000), terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual remaja (p=0.004), dan juga terdapat hubungan yang bermakna antara pengendalian diri (0.000) dengan perilaku seksual remaja di Kota Bukittinggi Tahun 2018. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial, pola asuh orang tua dan pengendalian dengan perilaku seksual remaja. Untuk itu diharapkan agar pihak terkait melakukan berbagai upaya dalam mencegah terjadinya perilaku seksual remaja, dengan memberikan informasi kesehatan reproduksi melalui berbagai media, dan menjalankan program kesehatan reproduksi remaja serta dievaluasi berdasarkan kebutuhan remaja dalam menghadapi fenomena negatif keremajaan.