Faktor-Faktor yang Berhubungan yengan Perilaku Seksual Remaja SLTA Sederajat di Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Dilantika, Elsa
Advisor:
Hasnita, Evi
Putri, Yelmi Reni
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap, Media Informasi, Peran Petugas Kesehatan, Peran Orang tua, Peran Teman Sebaya, Perilaku Seksual Remaja.
DOI:
-
Abstract :
Kegiatan seksual menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan repoduksi. Setiap tahun kira-kria 15 juta remaja berusia 15-19 tahun melahirkan, 4 juta melakukan aborsi, dan setiap hari ada 7.000 remaja teinfeksi HIV. Tujuan penelitian ini melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja SLTA sederajat di Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari 2018 di SLTA sederajat Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat. Populasi pada penelitian ini sebanyak 755 siswa dan sampel diambil dengan proportional stratified random sampling yaitu sebanyak 98 siswa. Data diolah dengan analisa univariat dan bivariat dengan program SPSS dengan batas kemaknaan p < 0,05. Dari analisa univariat diperoleh hasil 55 (56,1%) berpengetahuan tinggi, 53 (54,1%) bersikap positif, 57 (58,2%) kurang terpapar media informasi, 57 (58,2%) peran petugas kesehatan baik, 50 (51,0 %) peran orang tua baik, 51 (52,0 %) peran teman sebaya baik, 54 (55,1%) berperilaku seksual tidak beresiko. Dari hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,034 dan OR=2,632), sikap (p=0,031 dan OR=2,661), media informasi (p=0,036 dan OR=2,612), peran petugas kesehatan (p=0,036 dan OR=2,612), peran orang tua (p=0,044 dan OR=2,496), peran teman sebaya (p=0,000 dan OR=13,611) dengan perilaku seksual remaja. Dapat disimpulkan bahwa peran teman sebayalah yang paling berpengaruh pada perilaku seksual remaja. Diharapkan kepada remaja lebih selektif dalam pergaulan dengan teman sebaya agar dapat memberikan pengaruh yang positif sehingga tidak terjerumus dalam perilaku seksual yang menyimpang.