Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja SLTA Sederajat di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Elisdar
Advisor:
Hasnita, Evi
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku Seksual, Pengetahuan, Sikap, Peran Orang Tua, Peran Teman Sebaya, Peran Petuga Kesehatan, Media Informasi.
DOI:
-
Abstract :
Perilaku seksual di kalangan remaja yang belum menikah menunjukkan tren yang tidak sehat. Usia remaja ketika pertama kali mengadakan hubungan seksual aktif bervariasi antara usia 14 23 tahun dan usia terbanyak adalah antara 17 18 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja SLTA Sederajat di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018 . Jenis dan metode penelitian ini adalah Deskrptip analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 di SLTA sederajat Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI di SLTA sederajat Kecamatan Gunung Tuleh berjumlah 386 orang. Sampel diambil sebanyak 88 orang dengan teknik Proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh remaja yang memiliki pengetahuan rendah tentang perilaku seksual sebanyak 42,0%, remaja yang memiliki sikap positif terhadap perilaku seksual sebanyak 45,5%, peran orang tua yang kurang baik sebanyak 35,2%, peran teman sebaya yang kurang baik sebanyak 38,6%, peran petugas kesehatan yang kurang baik sebanyak 40,0%, dan remaja yang terpapar media informasi sebanyak 53,4%. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan , sikap. Peran orang tua, peran teman sebaya, peran petugas kesehatan, dan media informasi dengan perilaku seksual remaja SLTA sederajat di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018. Diharapkan sekolah dapat lebih optimal dalam memberikan bimbingan dan konseling untuk pencegahan perilaku seksual remaja melalui pendidikan kesehatan reproduksi dan bimbingan konseling
Download From Google Drive