Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Dibawah Garis Merah Usia 3-6 Bulan Di BPM A Padang Pariaman Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Asman, Ranny
Advisor:
Zuraida
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pijat Bayi, Perubahan Berat Badan.
DOI:
-
Abstract :
Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting digunakan untuk menilai kesehatan anak pada kesemua kelompok umur. Berat badan merupakan hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Diantara 33 provinsi di Indonesia 19 provinsi memiliki prevalensi gizi buruk-kurang diatas angka prevalensi nasional yaitu berkisar antara 21,2% sampai dengan 33,1%. Sumbar termasuk salah satu dari 19 provinsi yang memiliki prevalensi gizi buruk-kurang yaitu menepati urutan ke 18. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayi di bawah garis merah usia 3-6 bulan di BPM A Padang Pariaman tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest dengan menggunakan uji T-Test. Penelitian ini dilakukan di BPM A Padang Pariaman pada bulan Desember-Januari 2018 dengan jumlah sampel 12 orang bayi dengan berat badan dibawah garis merah. Hasil penelitian menunjukkan dari 12 responden, didapatkan distribusi rata-rata berat badan bayi sebelum dilakukan pijat bayi adalah 4133.33 gram dan setelah diberi pijat bayi distribusi rata-rata perubahan berat badan sebesar 4791.67 gram.HasilUji T-Test menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi (p=0,000) terhadap perubahan berat badan bayi dibawah garis merah di BPM A Padang Pariaman Tahun 2018. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pijat bayi terhadap perubahan berat badan bayi dibawah garis merah. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk melakukan asuhan pijat bayi berat badan dibawah dibawah garis merah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kenaikan berat badan.
Download From Google Drive