Hubungan Polihidramnion, Partus Lama, dan Induksi Oksitosin Dengan Kejadian Perdarahan Post Partum di RSUD dr. Ahmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Juraini, Ratna
Advisor:
Febriyeni
Firzan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Polihidraamnion, induksi oksitosin, partus lama, perdarahan postpartum.
DOI:
-
Abstract :
Data statistic nasional Amerika Serikat menyebutkan sekitar 8% dari kematian ini disebabkan oleh perdarahan postpartum.Di Negara industri, perdarahan postpartum biasanya menjadi peringkat ke 3 teratas penyebab kematian maternal, diantara embolisme dan hipertensi. Dibeberapa Negara berkembang angka kematian maternal melebihi 1000 wanita tiap 100.000 kelahiran hidup, dan WHO menunjukkan bahwa 25% dari kematian maternal disebabkan oleh perdarahan postpartum dan diperkirakan 100.000 kematian maternal tiap tahunnya. Penelitian menggunakan design analitik dengan metode case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD dr.Ahmad Mochtar kota bukittinggi tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu kelompok kasus yaitu ibu bersalin dengan perdarahan postpartum sebanyak 45 orang. Sedangkan kelompok control yaitu ibu bersalin yang tidak mengalami perdarahan postpartum sebanyak 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 135 responden yang mengalami polihidramnion pada kelompok kasus sebanyak 26 responden (57,8%), yang diberikan induksi oksitosin pada kelompok kasus sebanyak 70 responden (51,9%), yang mengalami partus lama pada kelompok kasus sebanyak 50 responden (37%). Dari 135 responden yang mengalami perdarahan postpartum sebanyak 45 responden (33,3%) dan tidak mengalami perdarahan postpartum sebanyak 90 responden (66,7%).Ada hubungan yang signifikan antara polihidramnion (OR = 8,665) dan partus lama (OR = 5,955) dengan kejadian perdarahan postpartum. Tidak ada hubungan yang signifikan antara induksi oksitosin dengan kejadian perdarahan postpartum dengan nilai OR = 2,166. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih memberikan informasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan ibu bersalin terutama pada paritas dengan memberikan pendidikan kesehatan pada calon ibu tentang 4T.
Download From Google Drive