Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Terhadap Pertumbuhan Balita Bawah Garis Merah (BGM) Di Puskesmas Sundatar Kabupaten Pasaman Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Khaira Z., Hayatul
Advisor:
Zuraida
Indreswati
Indreswati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan(PMT-P), Pertumbuhan Balita, Balita Bawah Garis Merah (BGM).
DOI:
-
Abstract :
Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan daya tahan tubuh yang berakibat meningkatnya angka kesakitan dan kematian. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2016 presentase status gizi balita diIndonesia yaitu 8,0% status gizi kurus. Sedangkan di Propinsi Sumatera Barat sekitar 7,0 % dan Kabupaten Pasaman 14,0% gizi kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) terhadap pertumbuhan balita bawah garis merah (BGM) 6-59 Bulan di Puskesmas Sundatar Kabupaten Pasaman tahun 2017.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif preexperimental design. Penelitian ini menggunakan pendekatan one group pretest posttest design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja puskesmas Sundatar Kabupaten Pasaman dengan 15 sampel selama 1 bulan tanggal 25 Desember- 15 Januari 2018. Data diolah kemudian dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Paired Test.Analisis univariat diketahui rata-rata pertumbuhan balita sebelum diberikan Biskuit MP-ASI adalah 10,31 kg dan sesudah diberikan Biskuit MP-ASI 10,55 kg. Hasil analisis bivariat diketahui pemberian makanan biskuit MP-ASI berpengaruh terhadap pertumbuhan balita bawah garis merah (BGM) di Puskesmas Sundatar Kabupaten Pasaman Tahun 2017 (p=0,001).Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat pegaruh Pemberian makanan Biskuit MP-ASI terhadap pertumbuhan berat badan balita. Diharapkan kepada petugas puskesmas agar memberikan informasi kepada ibu balita yang mengalami pertumbuhan bawah garis merah (BGM) tentang cara pemberian makanan tambahan yang tepat yaitu dengan mengukur jumlah/takaran makanan tambahan yang diberikan.