Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita Ke Posyandu Di Wilayah Kerja Community Health Center Tiakar Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Harahap, Seri Amaliah
Advisor:
Yenni
Febriyeni
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Balita, Peran, Posyandu.
DOI:
-
Abstract :
Pencapaian target Strata Kementerian Kesehatan RI tahun 2015 yaitu 80%, dan pada tahun 2016 ada 2 Community Health Center yang angka penimbangan balitanya kurang salah satunya adalah Community Health Center Tiakar (76,57%). Data Dinkes Kota Payakumbuh tahun 2016, diperoleh jumlah balita yang ada sebanyak 12.630 balita yang berkunjung keposyandu sebanyak 10.873 balita, Sementara itu balita dengan bawah garis merah (BGM) sebesar 0,52% dari hasil penimbangan salah satunya Community Health Center Tiakar.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross secsional study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Community Health CenterTiakar, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan 91 sampel dari Desember 2017 Januari 2018. Data diolah kemudian dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar memiliki Peran Petugas yang baik (51,6%), Peran Kader yang baik (54,9%), Umur Balita 24-59 (63,7%), kunjungan balita keposyandu yang baik (51,6%),Berdasarkan variabel yang diteliti, terdapat 2 variabel yang berhubungan dengan kunjungan balita keposyandu yaitu Peran Petugas Kesehatan ( p velue 0,021 ) dengan OR 0,3 dan Peran Kader (p velue 0,045) dengan OR 0,4. sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur balita (p velue 0,971) dengan OR 1,1. Setelah dilakukan penelitian pada bulan Desember 2017-Januari 2018 sebagian besar responden memiliki Peran Petugas yang baik, Peran Kader yang baik, Balita 24-59 bulan dan memiliki kunjnungan balita yang baik. Diharapkan kepada petugas Kesehatan lebih meningkatkan kinerja dalam hal pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khusunya ibu yang mempunyai balita tentang pentingnya berkunjung keposyandu, serta meningkatkan peran kader terutama dalam hal memotivasi dan memberikan penyuluhan tentang kesehatan anak balita.