Hubungan Berat Badan Lahir, Paritas, Anemia dan Retensio Plasenta Dengan Kejadian Perdarahan Post Partum di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Astari, Yusi
Advisor:
Yanti, Cici Apriza
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perdarahan post partum, Berat Badab Lahir, Paritas, Retensio Plasenta.
DOI:
-
Abstract :
Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir. Data yang didapatkan di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada tanggal 23 Agustus 2017, tahun 2017 kejadian perdarahan postpartum sebanyak 73 (33.3%) kasus dari 219 persalinan. Pada tahun 2017 mendapatkan data 40 berat badan lahir tidak normal, 20 paritas >3, 23 anemia dan 29 mengalami retensio plasenta.Tujuannya untuk mengetahui hubungan berat badan lahir, paritas anemia dan retensio plasenta dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada bulan Januari-Desember 2017. Populasi seluruh ibu bersalin normal dan seksio sesare berjumlah 219 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar cheklis. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chisquare. Hasil penelitian didapatkan 33.3% ibu bersalin mengalami kasus perdarahan postpartum. 54,8% berat badan lahir tidak normal. 27.4% ibu bersalin memiliki paritas beresiko. 31.5% ibu bersalin anemia dan 39.7% mengalami retensio plasenta. Terdapat hubungan terdapat berat badan lahir (p value = 0.010 OR = 2.19), paritas (p value = 0.0032 dan OR = 2.24), anemia (p value = 0.005 dan OR = 2.73) dan (retensio plasenta (p value = 0.002 dan OR = 2.77) dengan kejadian perdarahan postpartum. Dari hasil penelitian, ada hubungan berat badan lahir, paritas, anemia dan retensio plasenta dengan kejadian perdarahan post partum, maka diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat mendeteksi secara dini faktor yang menyebabkan perdarahan postpartum sehingga dapat melakukan penanganan dengan baik untuk mengurangi kejadian perdarahan postpartum.
Download From Google Drive