Hubungan Faktor Internal dan Eksternal dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Akseptor KB Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Kota Pariaman Tahun 2018

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Khairati, Rifqa
Advisor:
Afriyanti, Detty
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Umur, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga, Peran Petugas, Pemilihan MKJP.
DOI:
-
Abstract :
Menurut Badan Pusat Statistik (2016), penduduk Indonesia sudah mencapai 250 juta jiwa (paling banyak ke-4 di dunia) setiap tahun bertambah 3,5 juta jiwa. Saat ini 39% perempuan Indonesia produktif tidak menggunakan kontrasepsi dengan sebaran 9% di pedesaan dan 30% diperkotaan. Jumlah pria peserta KB baru sekitar 1,3%. Berdasarkan RPJMN tahun 2014 program KB Nasional di Indonesia ke depannya lebih diarahkan kepada pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Faktor Internal dan Eksternal dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Akseptor KB Baru di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Kota Pariaman Tahun 2018 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional sign. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman. Sampel penelitian adalah semua pasangan usia subur, sampel diambil sebanyak 85 orang dengan teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini analisis menunjukkan bahwa 67,1% memiliki umur tidak beresiko.58,8% memiliki pengetahuan rendah.52,9% memiliki sikap negatif. 52,9% memiliki dukungan keluarga yang rendah. 55,3% memiliki peran petugas yang tinggi. 70,6% memilih kontrasepsi non MKJP. Tidak terdapat hubungan umur dengan pemilihan kontrasepsi MKJP p value 0,710 > 0,05. Terdapat hubungan pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP p value 0,012 < 0,05. Terdapat hubungan sikap dengan pemilihan kontrasepsi MKJP p value 0,006 < 0,05. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan pemilihan kontrasepsi MKJP p value 0,024 < 0,05. Tidak terdapat hubungan peran petugas dengan pemilihan kontrasepsi MKJP p value 0,200 > 0,05 Petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan, baik berupa penyuluhan-penyuluhan tentang kontrasepsi MKJP secara keseluruhan maupun pemberian leaflet-leaflet mengenai kontrasepsi. Metode penyuluhan hendaknya lebih variatif sehingga menarik minat PUS untuk mengikutinya.
Download From Google Drive