Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak TK Di Wiliayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Putrianis, Aldita Upa
Advisor:
Abidin, Zainal
Nurhayati
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR, ASI Eksklusif, Sosial Ekonomi, Pola Makan, Pengetahuan dan Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunted (Pendek) atau Severely stunted (sangat pendek) merupakan suatu masalah gizi kronis yang ditandai oleh pertumbuhan tinggi Z-score. Dampak kejadian stunting yaitu akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak TK di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh anak TK di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2018. Sampel yang digunakan sebanyak 50 anak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di analisis secara univariat dan bivariate. Hasil analisis menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini terdapat 10,0% anak dengan BBLR, 36,0% anak yang tidak ASI Eksklusif, 50,0% sosial ekonomi rendah, 46,0% pola makan kurang baik, 42,0% pengetahuan rendah. Kejadian stunting 12 anak (24%) dan tidak stunting 38 anak (76,0%). Tidak ada hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting (p=0,582), ada hubungan antara ASI Esklusif (p=0,017), sosial ekonomi (p=0,020), pola makan (p=0,008), pengetahuan ibu (p=0,020) dengan kejadian stunting. Tidak ada hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara ASI Eksklusif, sosial ekonomi, pola makan dan pengetahuan dengan kejadian stunting. Peneliti menyarankan agar orang tua lebih memperhatikan pola nutrisi anakanya untuk meningkatkan upaya pencegahan kejadian stunting.