Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Sawahlunto Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Aulia, Ezzi
Advisor:
Zuraida
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Status Gizi, Umur, Paritas, Pekerjaan , Penyakit, ANC.
DOI:
-
Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) ditingkat dunia AKB berkisar sekitar 37 per 1000 kelahiran hidup. Di Indonesia, secara nasional persentase bayi dengan BBLR adalah 6,37%. Berdasarkan data Profil Kesehatan Sumatera Barat tahun 2014, dari jumlah kelahiran hidup sebanyak 93.472 orang terdapat 2.066 orang yang BBLR dengan presentasi 2,2 %. Adapun penyebab langsung kematian bayi baru lahir 29% karena berat bayi lahir rendah (BBLR), asfiksia, tetanus, masalah pemberian makan, infeksi, gangguan hematologik dan lain-lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Sawahlunto tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, dengan Pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi di RSUD Sawahlunto tahun 2018. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan Lembar ceklis dan di analisis menggunakan Chi- square. Hasil analisi univariat menunjukkan bayi BBLR dari ibu usia beresiko 41,9%, ibu yang bekerja 46,5%, ibu dengan paritas beresiko 41,9%, ibu dengan status gizi kurang baik 25,6%, ibu dengan memiki penyakit kehamilan 23,3%, ibu dengan kunjungan ANC tidak lengkap 18,63%. Hasil analisis statistik Chi- square diperoleh ada hubungan usia ibu (P=0,000 OR=3,6), paritas ibu (P=0,000 OR=3,7), pekerjaan ibu (P=0,000 OR=3,4), status gizi ibu (P=0,000 OR=20), penyakit kehamilan (P=0,000 OR=8,7), kunjungan ANC (P=0,000 OR=4,4). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan usia ibu, paritas ibu, pekerjaan ibu, status gizi ibu, penyakit kehamilan ibu dan kunjungan ANC ibu. Pada ibu hamil diharapkan memenuhi nutrisi selama selama masa kehamilan. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan informasi kesehatan pada ibu yang beresiko melahirkan BBLR.