Perbedaan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Sebelum dan Sesudah Efflurage Massage di BPM Kota Pariaman Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Koryanti, Remisep
Advisor:
Juwita, Lisavina
Harisnal
Harisnal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Nyeri Persalinan, Efflurage Massage.
DOI:
-
Abstract :
Nyeri saat persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara umum dialami oleh semua ibu bersalin. Metode yang sangat efektif dalam menanggulangi nyeri adalah dengan memberikan tindakan efflurage massage yang merupakan salah satu metode non farmakologi. Efflurage massage merupakan terapi non farmakologis yang dilakukan pada ibu saat inpartu. Apabila nyeri tidak segera diatasi dapat menyebabkan pernapasan dan denyut jantung ibu meningkat yang menyebabkan aliran darah dan oksigen ke plasenta terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Nyeri Persalinan Sebelum Dan Sesudah Efflurage Massage Kala I Fase Aktif di BPM Kota Pariaman Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest dengan menggunakan uji T-Test. Penelitian ini dilakukan di BPM Kota Pariaman pada tanggal 7-20 Februari 2018 dengan jumlah sampel 12 orang responden kala I fase aktif Dilatasi Maksimal. Hasil penelitian menunjukan dari 12 responden, didapatkan distribusi rata-rata sebelum dilakukan efflurage massage adalah 7 yaitu nyeri berat dan setelah dilakukan efflurage massage distribusi rata-rata nyeri persalinan adalah 4.25 yaitu nyeri sedang. Hasil uji T-Test menunjukan bahwa efflurage massage dapat menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Kota Pariaman Tahun 2018 dengan (p = 0,000). Disimpulkan bahwa efflurage massage dapat menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk melakukan teknik efflurage massage pada ibu yang akan bersalin untuk mengurangi nyeri saat persalinan.