Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kejadian Menarche Di SMP Kota Padang Tahun 2018
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Setiawati, Sandy
Advisor:
Putri, Nita Tri
Sari, Novi Wulan
Sari, Novi Wulan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Aktivitas Fisik, Pola Makan Fast Food, Status Gizi, Usia Menarche.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan KEMENKES RI tahun 2012, menunjukkan bahwa remaja putri mengalami menarche pada usia 13 tahun sebanyak 29% dan usia 14 tahun sebanyak 24%. Di Indonesia usia rata-rata menarche putri adalah 13 tahun dengan kejadian lebih awal pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih lambat sampai 20 tahun. Menarche merupakan perdarahan pertama kali dari uterus yang terjadi pada wanita di masa pubertas sekitar usia 12-14 tahun. Jenis penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatancross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII 2018 yang berjumlah 1.174 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri dan di analisis menggunakan komputer. Berdasarkan uji statistiknya didapatkan ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche remaja putri dengan p value = 0,00 (OR 4,218), ada hubungan antara aktivitas fisik dengan usia menarche remaja putri dengan p value = 0,00 (OR = 3,976) dan ada hubungan antara pola makan fast food dengan usia menarche remaja putri dengan p value = 0,00 (OR = 2,954). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara status gizi, aktivitas fisik dan pola makan fast food dengan usia menarche remaja putri. Peneliti menyarankan agar pihak sekolah bisa bekerja sama dengan pihak puskesmas untuk mengadakan seminar atau penyuluhan dan mendatangkan tenaga kesehatan, sehingga siswi memperoleh pengetahuan, pencegahan dan penanganan kesehatan reproduksi terutama menarche.