Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga Dengan Keikut Sertaan Imunisasi Booster DPT/Hb Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Maya, Puti
Advisor:
Febriyeni
Ningsih, Widya
Ningsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Keikut sertaan imunisasi booster, Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Sustainable Development Goals (SDGs), mengakhiri kematian bayi dan balita dapat dicegah dengan imunisasi. Antara 2-3 juta kematian per tahun apabila cakupan imunisasi berhasil. Berdasarkan data Rikesdas (2013) cakupan imunisasi DPT untuk anak 2-6 tahun di Indonesia hanya 75,6% (target 90%). Setelah dilakukan survey awal, dengan ibu yang memiliki anak balita berumur 2-5 tahun 10 orang. Ditemukan 30 % yang sudah ikut imunisasi booster dan 70% tidak imunisasi booster. Dari 70% tersebut beralasan, 30% kurang informasi tentang imunisasi booster, 30% anaknya menjadi demam dan 10% dilarang oleh suaminya atau keluarga. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya bulan Januari 2018. Populasi ibu-ibu yang memiliki balita umur 18 bulan 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2017, sampel 98 orang menggunakan teknik simple random sampling. Dari hasil penelitian, didapatkan responden yang berpengetahuan rendah 60 (61.2%) orang. Responden dengan sikap negatif 55 (56.1%) orang. Responden tidak mendukung 53 (54.1%) orang. Responden tidak ikut serta 55 (56,1%) orang. Uji statistik menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan p value= 0,000 OR =5.480, sikap p value =0,000 OR =4.978 dukungan keluarga p value= 0,000 OR =15.111 dengan keikut sertaan imunisasi booster. Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat Hubungan yang bermakna antara Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dengan Keikut Sertaan imunisasi Booster. Untuk itu diharapkan pada Puskesmas, penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi hal-hal yang dapat mempengaruhi pengetahuan ibu-ibu.