AnalisisRendahnyaPenggunaanAlatKontrasepsiDalam Rahim (AKDR) IbuAkseptor KB di Nagari Koto KaciakKecamatanBonjolKabupatenPasamanTahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Yennita
Advisor:
Zuraida
Femelia, Welly
Femelia, Welly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Penggunaan AKDR, pengetahuan, persepsi, dukungansuami
DOI:
-
Abstract :
Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat dilihat dari cakupan peserta KB yang sedang menggunakan alat kontrasepsi (KB aktif), cakupan peserta KB yang baru menggunakan alat kontrasepsi, tempat pelayanan KB dan jenis kontrasepsi yang digunakan akseptor. Pada tahun 2014 sebesar 74.3% peserta KB aktif menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek, sebaliknya metode kontrasepsi jangka panjang hanya digunakan oleh 25.7% peserta KB aktif. Salah satu metode MKJP yang di anjurkan pemerintah adalah AKDR mempunyai persentase sebesar 11.07%.Tujuan penelitian adalah mengekplorasi analisis rendahnya penggunaan AKDR pada akseptor KB di Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2015 Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 206 orang dan yang dijadikan sampel sebanyak 13 orang dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengetahuan responden tentang AKDR di nagari Koto Kaciak masih rendah, persepsi yang salah tentang AKDR dan kurangnya dukungan suami akseptor KB di Nagari Koto Kaciak sehingga menyebabkan rasa takut bagi ibu akseptor KB untuk menggunakan kontrasepsi AKDR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran pengetahuan responden tentang AKDR Di nagari Koto Kaciak masihr endah, persepsi yang salah tentang AKDR. Selain itu kurangnya dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi tersebut, disini sangat diperlukan peran petugas kesehatan dalam melakukan penyuluhan secarate ratur setiap bulannya tentang manfaat dan kegunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).