Efektifitas Teknik Distraksi Bercerita terhadap Nyeri Pemasangan Infus pada Anak Usia Prasekolah di RSUD Prof. DR.MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2018
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Puspita, Asty Kumala
Advisor:
Sulung, Neila
Lazdia, Wenny
Lazdia, Wenny
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anak prasekolah, Distraksi, Respon nyeri.
DOI:
-
Abstract :
Pemasangan infus merupakan tindakan infasif yang dapat menimbulkan nyeri pada anak usia prasekolah. Efek yang muncul pada anak yaitu rasa takut, menangis, meronta- ronta, berteriak, mengajak pulang, gelisah pada saat pemasangan infus. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada anak yaitu dengan mengunakan teknik distraksi bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas teknik distraksi bercerita pada anak usia prasekolah ( 4-6 tahun) yang dilakukan pemasangan infus . Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Januari 10 Februari 2018 di ruang rawat inap RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 20 anak laki laki usia prasekolah (4 6 tahun) yang di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intensitas nyeri anak diukur secara langsung dengan skala FLACC ( Face, Legs, Activity, Cry, Consolability). Desain penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen, khususnya posttest only control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi 80% mengalami nyeri ringan dengan rentang 2-5 dan mean 2,90 dan 50% pada kelompok kontrol mengalami nyeri berat dengan rentang 3-8 dan mean 5,90 dengan uji statistik p=0,000 ( p<0,05). Karna p value(0,000<0,05) maka H0 ditolak, artinya ada efektifitas distraksi bercerita terhadap nyeri anak usia prasekolah (4-6 tahun) yang dilakukan pemasangan infus. Dengan distraksi bercerita dapat menurunkan intensitas nyeri pada anak yang dilakukan pemasangan infus. Saran kepada institusi pelayanan kesehatan agar dapat dipergunakan sebagai bahan masukan dalam memberikan atau intervensi keperawatan pada anak yang sedang mengalami nyeri saat pemasangan infus.