Faktor-faktor yang berhubungan dengan penemuan tersangka (suspek) Tuberkulosis Paru di Kabuapeten Tanah Datar tahun 2017
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rafflisia, Widya
Advisor:
Juwita, Lisavina
Febrina, Cory
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap, Motivasi dan Peran Petugas Kesehatan.
DOI:
-
Abstract :
Penemuan tersangka supek pulmonary tuberculosis adalah salah satu indikator evaluasi upaya menanggulangi pulmonary tuberculosis paru. penemuan dan penyembuhan pasien dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pulmonary tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penemuan tersangka ( suspek ) pulmonary tuberculosis paru di Kabupaten Tanah Datar tahun 2018. Penelitian dilakukan di 3 community health center dengan penemuan suspek pulmonary tuberculosis paru terendah yakni di community health center wilayah kerja Batipuh iii, community health center wilayah kerja Batipuh ii dan community health center wilayah kerja Singgalang pada bulan januari 2018, metode penelitian analitik dengan desain cross sectional study, uji chi-square sebagai teknik analisa data dan =0,05. Populasi seluruh petugas yang terpapar dengan pulmonary tuberculosis sebanyak 50 orang yakni dokter, perawat, bidan dan analis, teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil univariat hampir sebagian diketahui 46 % responden dengan pengetahuan rendah , 52 % responden dengan sikap negatif, 58 % responden dengan motivasi rendah, 56 % responden dengan peran belum optimal, dan 60 % tidak menemukan suspek pulmonary tuberculosis paru . hasil bivariat ada hubungan antara pengetahuan (p= 0,015, or = 4,500), sikap (p= 0,008, or = 0,193), motivasi (p = 0,035, or = 3,500).dan peran petugas dalam penemuan suspek pulmonary tuberculosis paru (p = 0,015, or = 4,333). Disimpulkan faktor- faktor yang berhubungan dengan penemuan tersangka (suspek ) pulmonary tuberculosis paru adalah pengetahuan, sikap, motivasi dan peran petugas . oleh karena itu ditingkatkan pengetahuan petugas dalam bentuk pelatihan bagi petugas yang terpapar dengan pulmonary tuberculosis, meningkatkan penyuluhan, meningkatkan kerja sama lintas program serta melibatkan kader kesehatan dalam penemuan suspek pulmonary tuberculosis paru diwilayah kerja.