Hubungan Usia dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang Tahun 2015

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Ruthami, Peggia
Advisor:
Khadijah, Siti
Santy, Rini
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Umur, Paritas, BBLR
DOI:
-
Abstract :
Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah diseluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.Kelahiran bayi BBLR sampai saat ini masih bertanggung jawab atas dua per tiga kematian bayi. Angka kesakitan dan kematian pada bayi BBLR lebih tinggi 3 sampai 4 kali dari pada bayi-bayi dengan berat lahir normal Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang bertujuan untuk mengetahui hubungan variable independen ( usia dan paritas) dengan variable dependen (kejadian BBLR) di Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penulis menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel 86 orang. Analisa dalam penelitian ini adalah analisa bivariat dan univariat dengan menggunakan uji chi-square. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden memiliki usia beresiko (55,8%). Lebih dari separuh responden memiliki paritas beresiko (59,3%). Lebih dari separuh responden mengalami BBLR (62,8%). Adanya hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian BBLR, dimana nilai p value = 0,004 (OR = 4,155). Adanya hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, dimana nilai p value = 0,042 (OR = 2,798) Dari hasil hasil penelitian, kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kejadian BBLR berhubungan erat dengan usia dan paritas ibu bersalin. Saran ditujukan kepada institusi kesehatan perlunya Melakukan survey secara berkala di setiap wilayah kerja agar diperoleh data yang akurat mengenai kejadian BBLR dan dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi ataupun menurunkan angka kejadian BBLR tersebut.
Download From Google Drive