Hubungan Perilaku dan Sosial Budaya dengan Resiko Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Nagari Guguak VIII Koto Wilayah Kerja Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sisradepi, Rina
Advisor:
Yenni
Febrina, Cory
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku, sosial budaya, resiko kejadian KEK.
DOI:
-
Abstract :
Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kurangnya asupan energi yang berlangsung lama (kronik). Kejadian KEK di Puskesmas Dangung-Dangung lebih tinggi dari rata-rata cakupan 22 Puskesmas lainnya, yaitu 11,8 %. Fenomena yang ditemukan di Jorong Kubang Tungkek adalah masih banyaknya ibu hamil yang percaya dan menerapkan mitos-mitos dalam kehamilan. Hal ini berdampak pada terjadinya KEK pada 3 orang ibu hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku dan sosial budaya dengan resiko kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 6 11 Oktober 2017. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang terdapat di Nagari Guguak VIII Koto Wilayah Kerja Puskesmas DangungDangung Kabupaten Lima Puluh Kota, berjumlah 85 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil analisis univariat diketahui 43 orang (50,6 %) memiliki perilaku baik, 48 orang (56,5 %) memiliki sosial budaya kurang baik, dan 71 orang (83,5 %) tidak terjadi KEK. Hasil bivariat ada hubungan perilaku (pvalue = 0,036 dan OR = 4,731) dan sosial budaya (pvalue = 0,034 dan OR = 5,8 kali) dengan resiko kejadian KEK. Disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku dan sosial budaya dengan resiko kejadian KEK pada ibu hamil. Diharapkan pada petugas di Puskesmas agar meluruskan sosial budaya yang salah tentang kehamilan, terutama pada ibu hamil yang beresiko terjadi KEK, dan memotivasi keluarga untuk memberikan dukungan pada ibu hamil.