Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Osteoporosis pada Lansia di Puskesmas Nanggalo Padang Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Imelza
Advisor:
Nurhayati
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Osteoporosis, Indeks Masa Tubuh, Aktifitas Fisik, Kebiasaan Merokok.
DOI:
-
Abstract :
Osteoporosis beresiko mengalami fraktur yang meningkatkan dan juga menyebabkan kecacatan, ketergantungan pada orang lain yang menyebabkan gangguan aktivitas hidup, fungsi social dan gangguan psikologis sehingga terjadi penurunan kualitas hidup bahkan sampai menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan osteoporosis pada lansia di Puskesmas Nanggalo Padang tahun 2017. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Nanggalo Padang pada bulan Maret-September 2017. Populasi seluruh lansia yang berkunjung ke Puskesmas Nanggalo Padang berjumlah 235 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 60 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan (56,7%) lansia mengalami kejadian resiko osteoporosis, (55,0%) lansia memiliki indeks massa tubuh tidak normal, (48,3%) lansia melakukan aktifitas fisik kurang baik, (55,0%) lansia memiliki kebiasaan merokok. Terdapat hubungan indeks masa tubuh (p value = 0,002 dan OR 6), aktifitas fisik (p value = 0,002 dan OR 7) dan kebiasaan merokok (p value = 0,0005 dan OR 20) dengan resiko osteoporosis pada lansia. Berpedoman pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan indeks masa tubuh, aktifitas fisik dan kebiasaan merokok dengan resiko osteoporosis pada lansia, maka diharapkan kepada petugas puskesmas untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada setiap lansia yang ada di wilayahnya tentang penyebab, tanda dan gejala serta pencegahan penyakit osteoporosis. Serta diadakan komunikasi, informasi dan edukasi terhadap masyarakat tentang penyakit osteoporosis sehingga dapat dipahami dan mampu diterapkan agar dapat meningkatkan kualitas hidup pada lansia.