Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pelaksanaan Program 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Mufti, Anisa
Advisor:
Sulung, Neila
Nurhayati
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Motivasi, Kebijakan, Sarana Prasarana, Insentif, Kinerja.
DOI:
-
Abstract :
Pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat Indonesia dengan prioritas 1000 Hari Pertama Kehidupan, Dalam hal ini Puskesmas memiliki andil dan fungsi sangat besar terhadap kemajuan program. Disamping itu bidan sebagai mitra perempuan dan menjadi role model bagi keluarga, oleh karena itu kesiapan bidan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas menjadi kebutuhan yang mendasar. Dari laporan puskesmas sungai dareh terdapat K1 74 % dari target 83,3 %, K4 64 % dari target 81,6 %, dan gizi buruk 3 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pelaksanaan Program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Populasi adalah seluruh bidan yang terdaftar di wilayah kerja puskesmas sungai dareh, Sampel 40 orang bidan yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive sampling. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 67,5% responden memiliki motivasi tinggi, 67,5% memiliki kebijakan tinggi, 60% memiliki sarana prasarana, 65% menyatakan insentif bidan positif. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi (p = 0,006), kebijakan (p = 0,001), sarana prasarana (p = 0,020), insentif (p = 0,004). Disimpulkan terdapat ada nya hubungan motivasi, kebijakan, sarana prasarana, insentif, dengan kinerja bidan. Diharapkan kepada bidan agar lebih termotivasi untuk aktif dalam kegiatan program 1000 Hari Pertama Kehidupan, dan bagi Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan pembinaan serta melakukan supervisi kembali secara berkelanjutan.