Hubungan status gizi dan ekonomi dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun di wilayah kerja puskesmas Lima Kaum 1 Kabupaten Tanah Datar Tahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Herwindi, Resy
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Noflindaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Ekonomi, perkembangan motorik halus, status gizi.
DOI:
-
Abstract :
Perkembangan kemampuan motorik balita akan sangat membantu untuk melakukan eksplorasi dan mempraktikan kemampuan yang baru. BerdasarkanHasil observasi didapatkanbeberapaanak tidak dapat melakukan tahapan perkembangan motorik halusnya seperti anak usia 2 tahun sebanyak 3 orang anak tidak dapat memegang sendiri gelas. Dan anak usia 3 tahun sebanyak 4 orang anak tidak bisa membuat garis sesuai dengan perintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan ekonomidengan perkembangan motorik halus anak usia2 sampai 3 di wilayah kerja puskesmas Lima Kaum1 Kabupaten Tanah Datar Tahn 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 110 orang anakusia 2-3 tahun dan sampelnya 50 orang, carapengambilansampeldenganmenggunakanMetodeAccidental Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2017. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Diketahui responden yang memiliki status gizibaik (58%), ekonomi tinggi (56%) dan perkembangan motorik halus sesuai (52%). Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi(p = 0,002)nilai OR 8,400 dan ekonomi (p = 0,025) nilai OR 4,524 dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan ekonomi dengan perkembangan motorik halus anak usia 2-3 tahun. Oleh karena itu tingkat ekonomi dapat mempengaruhiperkembangan motorik halus pada anak, orang tua yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi cenderung memiliki anak dengan perkembangan motorik halussesuai. Disarankan kepada orang tua agardapat memberikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anaknya.
Download From Google Drive